Ghost

I Follow

I saw you, and I didnt even care if you care or not Seeing you is a happiness, though just for a sec Seeing your smile is a sweetest thing, though the smile wasn’t for me Be in the same room with you…

Dua semeseter.. terasa cepat bila tidak terlalu diingat, terasa lambat jika memori tentang mu menyengat aku tenggelam selama dua semester itu, dalam angkuh mu dan derita ku yang selalu mengagumimu…

terserah judulnya apa

Dear Allah, aku yakin Engkau adalah yang maha segala-galanya termasuk maha melihat dan mendengar, tapi aku tidak begitu yakin Kau melihat keberadaanku yang kurasa sedang terlunta-lunta diantara hiruk pikuk kejamnya permukaan bumi ini dan tidak begitu yakin Kau mendengar do’aku yang lebih didominasi dengan keluh kesah ku yang terkesan frontal. Yang membuat ku tidak yakin oleh itu semua karena aku merasa, lebih tepatnya menyadari bahwa aku adalah mahkluk keji yang mungkin tidak layak menjadi umat-MU, terlalu banyak dosa dan hina untuk berdo’a dan memohon kepada-Mu, jadi aku merasa kau tidak mau mendengar dan mempedulikan ku. Tapi aku tidak pernah merasa semua itu (do’a-do’aku) sia-sia, suatu saat mungkin semua akan berjalan baik sebaik kau menciptakan scenario Mu untuk umat-umat Mu yang mulia, maka aku harus menjadi seorang yang mulia atau setidaknya pantas untuk menghadap-Mu terlebih dulu sebelum aku meminta dan memohon jauh lebih muluk-muluk lagi.

Jika aku sedang menonton tayangan di TV atau membaca media atau lebih tepatnya lagi membaca dunia diluar sana, tidak jarang aku jumpai tentang anak-anak seumuranku yang lebih menderita baik tekanan batin ataupun menderita fisik yang sulit atau bahkan tidak bisa disembuhkan, atau anak-anak seumuranku yang meskipun secara ekonomi sangat mengenaskan tapi dia bisa jadi anak super jenius , seketika saat itu aku akan merasa sedikit lebih beruntung. Tapi untuk sekarang ini aku sedang merasa tidak beruntung, hidupku ini tampaknya alergi sama kata bahagia, aku benci harus mengakui ini, tapi akan semakin terpuruk aku jika harus mengetahuinya sendiri saja. Hey, bukannya aku terlalu hiperbolis dalam mengeluh kesahkan hidupku, tapi aku merasa memang semua begitu adanya.

Dan soal teman, ah lupakan dengan satu kata yang memuakkan itu, fyi teman itu sebuah karakter fiksi yang setiap orang di dunia dari berbagai umat selalu menyanjung-nyanjungnya sehingga kata itu tampak prestisius padahal huekk euhhhh itu terlalu memuakkan, horrible. Seumur hidup tidak pernah aku menjumpai yang namanya teman, benar-benar TEMAN. Bahkan dua kali aku habis kecelakaan bareng matic terkutuk yang sering ku kendarai, aku tidak pernah menemui mereka mengetuk-ngetuk pintu depanku, menjenguk ku dan atau setidaknya memulai ngajak ngobrol, telpon kek, sms kek. Taik!. Kalau memang benar-benar teman seharusnya ada rasa empati. Sudahlah lupakan tentang semua yang memuakkan.

Dear Allah, aku yakin Engkau nggak akan dengerin aku sekarang ini karna aku belum bisa memenuhi criteria menjadi orang yang layak untuk Engkau dengarkan do’aku, tapi tolong dengarkan yang satu ini, kasih kesempatan saya lagi untuk bisa memenuhi criteria tersebu.

aku menyepakati suatu janji hari ini atas mimpi yang ku ukir kemarin mimpi itu akan mengalami suatu proses metamorfosis dan akan mencapai puncaknya seindah kupu-kupu, saat itu pasti adalah ketika aku…

kamuuu

berapa banyak lagu yang telah ku tulis

itu memang tidak lebih dari bintang yang kulihat melalui sela jariku

tapi yang mengagumkan bagiku adalah semua lagu itu untukmu

meski kau tak pernah mendengar, meski kau tak pernah tahu

meletakkan perasaanku pada beberapa kata memanglah tidak sulit

tetapi meletakkan kata-kata tersebut dihatimu adalah yang paling sulit

jika aku pernah bermimpi tentang menatap bintang dari permukaan bumi dan menyanyikan lagu tahun baru bersama mu

aku ingin aku akan terjaga di dalam mimpiku selamanya, tersesat disana bersamamu

meski hanya khayalanku yang membuat skenarionya

Aihara Kotoko and me ?

Fiuhhh selsei nonton Itazura Na Kiss full episode. It was an awesome romantic comedy series, and the best I ever seen. Ini anime paling keren yang bisa bikin ngakak dan nangiiiisss hiks hiks. Sebenarnya series yang diadaptasi dari manga ini sudah banyak dibikin version dan sudah dari dulu banget sejak aku kelas 3 SD, tapi aku nonton yang versi animenya baru belakangan ini -__- yup, basiii banget. Anime ini berkisah tentang siswi SMA bernama Aihara Kotoko yang cinta mati tralala sama siswa satu SMA nya yang super jenius dan dingin bernama Irie Naoki. Aihara Kotoko adalah anak kelas F yaitu the bottom class di SMA itu sedangkan Irie Naoki tentu saja di kelas paling favorit yaitu kelas 2 A. pokoknya pada intinya si Kotoko ini cinta mati banget sama Naoki tidak peduli seberapa dingin sikap Naoki, nggak peduli dia selalu di-bully oleh Naoki.

Dan intinya pada tulisanku ini aku cuma mau membandingkan nasib antara aku dan Aihara Kotoko. Well, aku dan Kotoko memiliki beberapa persamaan. Pertama aku dan Kotoko memiliki kesamaan pada criteria cowok impian yang sama salah satunya yaitu tipe cowo jenius, kedua kita adalah sama-sama korban unrequited love, ketiga kita itu sama begonya. Karakter diriku memang sama seperti karakter Aihara Kotoko di anime itu, kita juga itu sama-sama a masochist karena menyukai seseorang yang benar-benar tidak menyukai kita bahkan tidak pernah menganggap kita disekitarnya, tapi kita tidak bisa membencinya karena tanpa alas an, kita hanya bisa memujinya dari belakang. Bisa menjadi bagian dari hidup orang yang kita suka dalah impian bagi orang bodoh seperti kita, kita tidak pernah melihat pada orang lain untuk kita kagumi selain dia. Yup, begitulah kemiripan aku dan Kotoko. Ohiya, dua tahun juga aku dan kotoko sama-sama memendam rasa sewaktu SMA.

Tapi nasib Kotoko lebih baik dariku, hanya dalam 14 episode Irie-kun bisa berbalik menyukainya, tapi aku, sudah lebih 1000 episode (mungkin) yang aku lalui dia-yang-kusuka tidak pernah bahkan hanya untuk menganggapku ini ada, ironis, mungkin karena Kotoko cantik sementara aku jelek. And you know what? Hanya dalam 17 episode mereka sudah menikah dan 22 episode kemudian they have a baby, how it makes me so envy ! Seandainya hidup ini adalah serial TV dan aku adalah scriptwriternya, pasti ini akan terasa lebih menyenangkan. Jika aku adalah tokoh kartun aku pasti sudah akan mengempis kayak balon bocor lalu terlipat-lipat dan mengecil, itu gambaran betapa frustasiya aku sekarang. Seeshh.. yasudahlah inilah takdirku, tidak seberuntung Aihara Kotoko, tapi setidaknya aku menyukai seseorang dengan tulus. Ada kepuasan tersendiri dibalik semua penderitaan dari jiwa yang bergejolak.

Good night. zzz

oke, ini udah jam 2:48, udah malem bgt, eh udah menjelang pagi deng. Tapi tetep belum bisa tidurrr -__- sering banget insomnia aku sekaranh. perfuck. Filed under: here i’ve been as jellyfish,…

Ababil, foto, dan alay

Sudah nggak heran kalo ababil jaman sekarang doyan poto-poto (saya pun juga doyan kok). apalagi semenjak produk Mark Zuckerburg mulai dikenal hingga ke pelosok desa tak terkecuali daerah yang aku tinggali sekarang, para ababil ini makin getol banget poto-potonya, sasaran mereka adalah untuk mengupload poto-poto itu ke social network yang dinamai ‘facebook’. dan aku nggak jarang jumpai foto-foto profil anak-anak sekolah ku yang subhanallah pforpict mereka cakep-cakep lohhh, dan naudzubilaaaa alay nyaaa. bahkan ada beberapa( baca: hampir semua) orang yang pernah aku lihat langsung di facebook mukanya jadi berubah jauh jauh jauhhh lebih baik, misalnya nih ya, yang item jadi putih, yang klumut jadi imut, yang manyun tambah manyun, gitu gitu lah pokoknya. ohya, nggak jarang juga yang potonya diedit abis-abisan pake potoscape, brutal banget sampe idung sama bibir aja nggak bisa dibedain, putih semuaaa. pada intinya para ababil ini menjadikan foto terbaik mereka buat jadi poto profilnya, bahkan ada juga yang nyomot gambar di gugel untuk dijadikan poto profil terbaik mereka wahahahahaa.

oke, itu tadi cuma tentang poto profil belum apa-apanya fenomena yang terjadi di kalangan ababil. yaa, mereka kan lagi labi-labil nya, mungkin wajar sajaaa, seperti pada umumnya orang Indonesia, mereka selalu mengalami masa-masa alay (kayak yang ditulis mas Raditya Dika di blognya). aku pun juga pernah alay kok, dulu tapi pas lagi labil-labilnya banget, maklumlah masa remaja kan masa-masanya mengalami banyak dinamika ehehehe.

selamat ber-alay ria yaaa kalian para ababilll!

ini kayak kamu

ini kayak kamu

(Source: yelyahwilliams)

Button Theme